Screen

Profile

Menu Style

Cpanel

Sejarah PPI Kyoto


(sumber : mailing list ppikyotonet)

Berdasarkan sumber di atas dan sumber lainnya, kepengurusan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komisariat Kyoto telah ada sebelum tahun 1999, tercatat Pak Agung P Mudarnoto (Grad. School of Agriculture Kyodai), Pak Sugeng Santoso (Grad. School of Agriculture Kyodai), Pak Syaiful Anwar (Grad. School of Agriculture Kyodai) dan Pak Sarwadi (Grad. School of Engineering Kyodai) berturut-turut pernah menjadi ketua PPI Kyoto.

Selanjutnya,  Pak Kusumo Widodo sebagai Ketua dalam Rapat Anggota Tahunan pada tanggal 13 April 1999.  Pada saat itu, Pak Kusumo Widodo tercatat sebagai mahasiswa di Laboratory of Regional Planning, Division of Environmental Science and Technology, Graduate School of Agriculture, Kyoto University.  Tercatat ada 20 orang yang menjadi pengurus saat itu (lihat menu kepengurusan).

Pada periode ini makanan tempe untuk pertama kalinya hadir dengan inventor dan produktornya Pak Kusumo sendiri.  Harga tempe pada saat itu adalah 300 yen.  Hampir sama dengan harga tempe sekarang.  Dan pengelolaan tiket garuda oleh PPI  Kyoto juga sudah ada untuk melayani kebutuhan jasa penerbangan ke Indonesia dengan harga tiket bervariasi 40.000~85.000 yen.   Beberapa kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah xxxxxxx.

Setelah masa satu tahun kepengurusan, bertempat di Naigai Gakusei Center Kyoto, jabatan Ketua PPI Kyoto beralih ke Pak Hanan Nugroho, pada hari Senin, 20 Maret 2000.  Saat itu Pak Hanan tercatat sebagai mahasiswa di Grad. School of Energy Kyodai.  Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah xxxxxxx.

Pada 3 Maret 2001, Bu Syafwina menggantikan posisi Pak Hanan Nugroho sebagai Ketua PPI Kyoto.  Prosesi penggantian ketua tersebut dilaksanakan di Japanese Room Shugakuin International House.  Bu Syafwina saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Wood Reserach Institute - Grad. School of Agriculture Kyodai.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah xxxxxxx.

Bu Kanti kemudian didapuk menjadi Ketua PPI Kyoto berikutnya dalam acara pemilihan yang diselenggarakan di Japanese Room Shugakuin International House pada tanggal 17 Maret 2002.  Pada saat itu Pak Seto Tri Handoko dipercaya mendampingi Bu Kanti sebagai xxxxxxxx.   Bu Kanti saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Grad. School of Engineering Kyodai.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah xxxxxxx.

18 bulan setelah memegang jabatan Ketua PPI Kyoto, Bu Kanti melaksanakan pemilihan ketua yang baru, dan terpilih Pak Musthofa Lutfi.  Untuk pertama kalinya pemilihan ini dilaksanakan dengan model Barbeque (BBQ) di tempat terbuka, delta kamogawa-demachiyanagi pada tanggal 14 September 2003. Pak Musthofa Lutfi saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Grad. School of Agriculture Kyodai.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah sebagai pelaksana PORKAS 2004 (juara umum) diketuai oleh Pak Jamhir Safani dengan kaos tim warna dasar oranye, xxxxxxx.

Kepengurusan Pak Musthofa Lutfi tercatat cukup lama, yaitu sekitar 19 bulan.  Dan, pada tanggal 23 April 2005, Pak Kriyo Sembodho, atau lebih dikenal dengan sebutan om dhodhot, dipercaya menjadi Ketua PPI Kyoto selanjutnya dalam suatu pemilihan yang bertempat di tepian gunung dekat ujigawa.  Hidangan makan dengan model BBQ kembali tersaji saat itu.  Pak Dhodhot saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Grad. School of Engineering Kyodai.   Mendampingi Pak Dhodhot sebagai ketua, Pak Muhammad Sulaiman didapuk sebagai bendahara.  Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah mengikuti PORKAS 2005 di Kobe (juara umum) dikomandani oleh Pak Erwin dengan kaos tim warna dasar putih, menyelenggarakan Malam Indonesia 2005 di ketuai , xxxxxxxxxx.

Pak Lisman Suryanegara kemudian dipercaya menjadi Ketua PPI Kyoto selanjutnya lewat suatu acara pemilihan dengan model BBQ di tepian kamogawa-demachiyanagi pada 6 Mei 2006.  Pak Najih Imtihani dan Pak Apip dipercaya sebagai Wakil Ketua dan Sekretarisnya. Pak Lisman saat itu tercatat sebagai mahasiswa di RISH - Grad. School of Agriculture Kyodai.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah mengikuti PORMAS 2006 (sebagai pengganti nama PORKAS) di Osaka (juara umum) dikomandani oleh Pak Andri dengan kaos tim warna dasar biru, menyelenggarakan MUSDA PPI Korda Kansai, xxxxxxx.  Masa kepengurusan Pak Lisman tidak berlangsung lama, karena 4 bulan kemudian Pak Lisman di percaya sebagai Ketua PPI Korda Kansai.

Untuk melanjutkan tahta Ketua PPI Kyoto, Bu Risye Dwiyani (lebih terkenal dengan panggilan iceu) dan Pak Apip, dipercaya sebagai Ketua dan Bendahara selanjutnya, pada pemilu model BBQ di tepian kamogawa-demachiyanagi, tanggal 16 September 2006.  Bu Iceu saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Grad. School of Engineering Kyodai.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah melaksanakan Malam Indonesia 2006 dengan ketua xxxxxxx dan Kongres dan Temu Ilmiah (KTI) 2007 Mahasiswa Indonesia di Jepang bertempat di Uji Campus-Kyoto Univesity tanggal 25-8-2007.

Selanjutnya, Pak Shofwan ABCD menjabat Ketua PPI Kyoto sejak 11 Nopember 2007.  Pengukuhan pejabat baru itu dilaksanakan setelah dilakukan pemilihan umum dengan model BBQ di delta kamogawa-demachiyanagi.  Mendampingi Pak Shofwan, dipercaya Pak Anditto dan Pak Jazaul Ikhsan sebagi wakil ketua dan bendahara. Pak Shofwan saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Ritsumeikan University.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode ini adalah sebagai pelaksana PORMAS 2008 (juara umum) diketuai oleh Pak Shofwan sendiri, membuka kegiatan Fosbik, xxxxx.

Periode berikutnya, giliran Pak Hagus Gustarno terpilih dengan suara terbanyak sebagai Ketua PPI Kyoto yang baru dari xx orang/warga yang hadir pada tanggal 28 Desember 2008, bertempat di Japanese Room Shugakuin International House.  Saat itu Pak Hagus tercatat sebagai mahasiswa di Grad. School of Agriculture Kyodai. 

Selang 3 hari kemudian, tanggal 31 Januari 2008, melalui acara BBQ dan dan rapat yang cukup lama dari jam 11 siang sampai menjelang pergantian malam tahun baru 2009, xx orang/warga telah menyepakati beberapa hal penting, seperti susunan kepengurusan, perancangan program kerja termasuk pembuatan website, dan penyepakatan perubahan nama PPI Kyoto menjadi PPI Kyoto-Shiga.  Perubahan ini dipandang perlu, karena pada saat ini mahasiswa indonesia yang belajar di universitas yang berkantor pusat di wilayah kyoto, banyak yang berkedudukan/bertempat tinggal di wilayah shiga.  Sehingga untuk semakin mempererat ikatan batin antara warga yang berkedudukan di kyoto dan shiga, maka diputuskan adanya perubahan nama tersebut.

Beberapa kegiatan yang pernah dilaksanakan pada periode ini adalah mengikuti PORMAS tanggal 8 Agustus 2009 (juara ke 2) di Kobe dengan komandan Pak Suharman Hamzah, menyelenggarakan Malam Indonesia tanggal 25 Oktober 2009 dengan ketua Pak Rohny S Maail, mengikuti Min-ON Osaka tanggal 13 Desember 2009, mengikuti MUSDA PPI-Kansai tanggal 13 Desember 2009, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Wirausaha dan Edukasi Perbankan (PWEP) tanggal 4 Oktober 2009 bekerjasama dengan WGTT, wellcome party dan farewell party untuk pendatang baru dan yang akan pulang ke Indonesia, dan menyelenggarakan Workshop Kepenulisan pada tanggal 19-20 Desember 2009 dengan menghadirkan pembicara utama Mbak Asma Nadia dan Bu Clara (Media Indonesia) dan didukung penuh oleh Manager Garuda Osaka, Pak Asa Perkasa.

Tanggal 27 Desember 2009,  Pak Suharman Hamzah (Grad. School of Engineering Kyodai) terpilih dengan suara terbanyak mengalahkan 6 kandidat lainnya menjadi Ketua PPI Kyoto periode berikutnya.  Selang beberapa hari, tanggal 1 Januari 2010 dilaksanakan rapat kerja pertama membahas susunan kepengurusan dan perencanaan program kerja terutama mengenai updating website PPI Kyoto, pemindahan server PPI Kyoto ke PPI Kansai, persiapan pelaksanaan "The 1st Indonesian Student Conference in Kansai-Japan" yang akan diselenggarakan di Kyoto bulan Desember 2010 sekaligus menyelenggarakan MUSDA PPI Kansai.  Pada pertengahan Januari, atas berbagai pertimbangan terjadi perubahan nama PPI dan kembali ke nama PPI Kyoto.

Semoga program kerja yang sudah disusun dapat berjalan lancar dan sukses!!!

You are here: