Semaraknya Lebaran Kyoto – Shiga

Menjadi muslim yang minoritas di negara matahari terbit tak menyurutkan niat para warga Negara Indonesia di Kyoto- Shiga dalam menyambut gegap gempita lebaran. Meski tanpa rasa haru mendengar takbir yang menggema dimana-mana dan berada bermil-mil jauhnya dari tanah air nuansa lebaran tetap kental terasa.

Selamat hari lebaran

Minal aidin wal faidzin

Mari bersalam salaman saling bermaaf-maafan

Ikhlaskanlah dirimu

sucikanlah hatimu

sebulan berpuasa  jalankan perintah agama

(song : selamat hari lebaran)

Menjadi muslim yang minoritas di negara matahari terbit tak menyurutkan niat para warga negara Indonesia di Kyoto- Shiga dalam menyambut gegap gempita lebaran. Meski tanpa rasa haru mendengar takbir yang menggema dimana-mana  dan  berada bermil-mil jauhnya dari tanah air nuansa lebaran tetap kental terasa.

Rasa kangen berlebaran di kampung halaman tercinta dengan segala kemeriahannya jelas bikin hati mellow. Apalagi kalau ingat kelezatan masakan khas lebaran, homesick pastilah merasuk disanubari. Ditambah mengingat tradisi lebaran adalah momentum bersilahturahmi berkumpul sanak saudara membuat perasaan ingin pulang pun semakin kuat. Syukurnya bagi kami rasa kangen tanah air cukup terobati karena kami merasa memiliki keluarga baru yaitu orang Indonesia yang senasib sepenanggungan berada di perantauan negara Jepang.

Tentu saja sensasinya berbeda dengan berlebaran di Indonesia, masyarakat Jepang tetap pada aktivitasnya karena hanya segelintir yang tahu bahwa hari ini adalah hari raya besar bagi kaum muslim. Jadi saat melenggang menuju lokasi sholat ied, jangan harap bertemu dengan jalan yang penuh dengan masyarakat yang menyongsong lebaran dengan berdandan rapi dan cantik, saling bersalaman seperti suasana di tanah air. Bagi kami yang merayakan, setelah sholat ied artinya kembali dengan rutinitas, ada yang segera masuk kerja, kuliah atau sekolah karena hari ini bukan merupakan hari libur.

Sholat ied tahun ini dipusatkan di gedung yang berlokasi di pusat kota Kyoto yang bernama Miyako Messe. Kota budaya ini memang memiliki mesjid namun berhubung kapasitas ruangan yang tidak memungkinkan diputuskan untuk menyewa gedung untuk melaksanakan sholat Ied 1437 H. Karena jam operasional gedung baru buka jam 09:00 pagi, maka ibadah sholat Ied nan khusuk baru dilaksanakan jam 09.30 pagi waktu Jepang. Bertindak sebagai Imam merangkap khatib adalah pengurus Kyoto muslim association (KMA) Bapak Mahmud Purwanto dengan khotbah mengenai membersihkan hati, jamaah yang terdiri dari berbagai negara muslim termasuk warga asli Jepang yang memeluk Islam membuat ceramah pun dibuat dengan tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.

Selepas sholat ied, nuansa silahturahmi yang akrab khas Indonesia tercipta, kami saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan inilah momen ‘feel like home’. Tentunya tak ketinggalan foto bersama dan weefie. Lebaran tak akan lengkap tanpa merasakan kue – kue, maka kami berinisiatif untuk potluck membawa buah tangan hasil kreasi masing-masing untuk dicicipi bersama-sama. Untuk menjaga tali silaturahmi dengan keluarga di tanah air, meski tanpa kontak fisik budaya sungkem terhadap orang tua dan bermaaf-maafan dengan sanak famili tetap bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas video chat Skype dan Line mengingat Idul fitri selain mengandung aspek religi juga erat kaitannya dengan aspek hablumminannas.

Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Taqobalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin dari kami Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kyoto – Shiga, Jepang.

Categories
Berita
Arin Widiyanti

Linkage student Program Bappenas (UGM - Ritsumeikan University)

RELATED BY

  • Pengajian Rutin Warga dan Donasi untuk Suriah

      Bagi Mahasiswa Indonesia, khususnya pemeluk agama Islam, mendapatkan makanan halal bukanlah hal yang mudah seperti biasa dilakukan di Indonesia. Diperlukan ketelitian dan kecermatan saat akan membeli dan mengkonsumsi...
  • Welcome Party Autumn 2017 PPI Kyoto Shiga

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, PPI Kyoto-Shiga mengadakan acara Welcome Party untuk menyambut warga yang baru tinggal di Prefektur Kyoto dan Shiga. Tujuan utama acara ini adalah untuk mengenalkan antara warga...
  • Malam Indonesia 2017

    Malam Indonesia adalah kegiatan pertunjukan dua tahunan yang diprakarsai oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Kyoto dan Shiga pada tahun 2005. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dalam rangka memelihara...
  • MINI CUP PPI Kyoto-Shiga 2017

    Acara Mini CUP PPI Kyoto-Shiga 2017 merupakan perhelatan olahraga warga Indonesia se-prefecture Kyoto dan Shiga, bertempat di Miyakosshi Kaikan Sakyotobuikiiki Shimin Katsudo Center, Kyoto-shi pada Hari Minggu, 6 Agustus...