Ramainya Iftar Akbar

Ada satu hari di Bulan Ramadhan, ketika makanan halal berlimpah ruah dan gratis.... satu hari ketika bingung mau makan apa karena saking banyaknya...... satu hari ketika para ibu-ibu lintas negara muslim saling berlomba menyediakan makanan berbuka khas negara masing-masing....
Mumpung masih belum berbuka, masih bisa difoto. Setelah Adzan bakal jadi Hunger Games Arena.

Salah satu meja Indonesia. Mumpung masih belum berbuka, masih bisa difoto. Setelah Adzan, bakal jadi Hunger Games Arena.

Sebagai mahasiswa muslim di Jepang, tentu salah satu tantangan terbesarnya ialah soal makanan. Mau makan ini, ada babinya, mau makan itu, ada sake-nya. Jadi mau tidak mau masak sendiri atau beli makanan halal yang harganya lumayan mahal. Biasanya makanan halal yang bisa dibeli itu makanan ala India, Turki, ataupun Persia. Budget yang disediakan rata-rata 1000 yen atau sekitar 130.000 rupiah untuk sekali makan. Tentu bukan suatu hal yang bisa kita beli tiap hari.

Masak sendiri pun tantangan, karena bahan makanan yang tersedia di Jepang tidak sama dengan yang ada di tanah air, dan juga mesti bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah dan organisasi. Urusan makanan memang susah susah gampang di Jepang.

Tapi……. ada satu hari di Bulan Ramadhan, ketika makanan halal berlimpah ruah dan gratis…. satu hari ketika bingung mau makan apa karena saking banyaknya…… satu hari ketika para ibu-ibu lintas negara muslim saling berlomba menyediakan makanan berbuka khas negara masing-masing…. hari itu adalah Islamic World Festival.

Sajian Indonesia

Ayam Bakar Padang (mungkin), yang penting enak

Islamic World Festival atau yang biasa disebut Ifthar Akbar diadakan oleh Kyoto Muslim Association (KMA) tiap bulan Ramadhan. Acara tersebut diadakan di Aula Prefektur yang dikenal dengan nama Miyako Messe. Para warga muslim sepenjuru Kyoto dan Shiga berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Berbagai macam masakan dari negara-negara muslim disediakan. Soal rasa jangan ditanya lagi. Penyajian makanan pun sangat menggoda (sampai-sampai pembawa acara mesti bilang,”I know you are hungry, brother and sister, but please wait for some more time”). Indonesia, Malaysia, Mesir, Iran, Pakistan, dan India adalah beberapa negara yang ikut serta dalam Ifthar Akbar. Negara lain pun juga ada. Jumlah makanan khas yang disediakan bergantung pada jumlah warga negara di Kyoto, dalam hal ini warga Indonesia yang paling banyak, maka kontribusi makanan Indonesia pun juga mengikuti.

Di acara Ifthar Akbar, banyak warga Jepang non-Muslim yang turut diundang. Salah satu tujuannya ialah sebagai ungkapan terima kasih pada warga Jepang yang telah menerima kedatangan para Muslim dengan baik. Dan juga untuk mengenalkan beberapa poin ajaran Islam. Bagi warga Muslim Kyoto, acara ini jadi ajang berkumpul dan melepas rindu dengan makanan kampung halaman. Di Iftar Akbar juga diadakan pengundian door prize dan pembagian mainan untuk anak-anak. Alhamdulillah… Hati senang dan perut kenyang di Iftar Akbar.

Categories
BeritaInformasi
pawpaw

Administrator II Website PPI KS Graduate School of Medicine, Kyoto University

RELATED BY

  • Pengajian Rutin Warga dan Donasi untuk Suriah

      Bagi Mahasiswa Indonesia, khususnya pemeluk agama Islam, mendapatkan makanan halal bukanlah hal yang mudah seperti biasa dilakukan di Indonesia. Diperlukan ketelitian dan kecermatan saat akan membeli dan mengkonsumsi...
  • Welcome Party Autumn 2017 PPI Kyoto Shiga

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, PPI Kyoto-Shiga mengadakan acara Welcome Party untuk menyambut warga yang baru tinggal di Prefektur Kyoto dan Shiga. Tujuan utama acara ini adalah untuk mengenalkan antara warga...
  • Malam Indonesia 2017

    Malam Indonesia adalah kegiatan pertunjukan dua tahunan yang diprakarsai oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Kyoto dan Shiga pada tahun 2005. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dalam rangka memelihara...
  • MINI CUP PPI Kyoto-Shiga 2017

    Acara Mini CUP PPI Kyoto-Shiga 2017 merupakan perhelatan olahraga warga Indonesia se-prefecture Kyoto dan Shiga, bertempat di Miyakosshi Kaikan Sakyotobuikiiki Shimin Katsudo Center, Kyoto-shi pada Hari Minggu, 6 Agustus...