Nobar dan Talkshow Bulan Terbelah di Langit Amerika

KYOTO- Hari Minggu tanggal 7 Februari 2015, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kyoto-Shiga menyelenggarakan acara nobar (nonton bareng) film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” dan diskusi dengan narasumber penulis novelnya,...
IMG_9023_featured

KYOTO- Hari Minggu tanggal 7 Februari 2015, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kyoto-Shiga menyelenggarakan acara nobar (nonton bareng) film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” dan diskusi dengan narasumber penulis novelnya, Hanum Rais dan Rangga Almahendra. Acara ini diselenggarakan di Wood Composite Hall (Kampus Uji), Kyoto Univesity.

IMG_9004_edited

Ketua PPI Kyoto Shiga 2016, Khoirul Himmi, memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Khoirul Himmi Setiawan (Ketua PPI Kyoto-Shiga) menyatakan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama PPI Kyoto-Shiga dengan PPI Jepang dan KOPFI (Komunitas Pecinta Film Islami). Candra Wirawan Arief (Ketua PPI Jepang) menambahkan, bahwa PPI Jepang sangat apresiatif atas terealisasinya acara nobar ini. Acara juga dihadiri oleh Ketua PPI Kansai, Bambang Achmadi, dan sedikitnya 70 warga Indonesia di wilayah Kansai (Kyoto, Osaka, Kobe), berikut beberapa warga negara serumpun (Malaysia dan Brunei Darussalam).

Acara diawali dengan pemutaran film dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif, yang dipandu oleh Gilang al-Ghifari. Menurut kedua narasumber, acara ini sangatlah istimewa, karena pemutaran film di Kyoto ini merupakan screening perdana film tersebut di luar Indonesia. Film ini sendiri baru dirilis Desember 2015, dan masih tayang di berbagai bioskop di Indonesia.

IMG-20160215-WA0002

Ketua PPI Jepang, Chandra Wirawan, yang merupakan mahasiswa dari Prefektur Mie, turut menghadiri nobar di Kyoto

Film ini menggambarkan bagaimana situasi islamophobia paska peristiwa 11 September di Amerika. Poin positif yang bisa diambil adalah bagaimana bersikap dalam dan situasi dan kondisi, di mana masyarakatnya telah terkungkung pada informasi yang tidak utuh dan penuh stereotype. Dua tokoh utama berusaha menjadi agen pembawa informasi obyektif yang bisa mewarnai dan mengubah paradigma negatif di masyarakat.

Di penghujung talkshow, Rangga dan Hanum menghadiahkan 2 novel terbaru mereka yang berjudul “Faith and The City” kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan seputar film yang diputar. Nobar dan diskusi diakhiri dengan foto bersama kedua narasumber bersama para peserta.

Categories
AgendaBerita
ppikyoto

Administrator website PPI Kyoto Shiga

RELATED BY

  • S__6201384

    Malam Indonesia 2017

      Malam Indonesia merupakan sebuah ajang perkenalan dan pertukaran budaya Indonesia kepada warga Kyoto, Jepang. Pada tahun 2017 ini, pelajar Kyoto-Shiga Malam Indonesia akan menampilkan tarian-tarian dari berbagai daerah...
  • DSC_0238

    ISLAM DAN NASIONALISME DALAM SEJARAH INDONESIA DAN TANTANGANNYA DI MASA DEPAN

    Kajian Ilmiah PPI Kyoto-Shiga, 12 Maret 2017 Dr. Saiful Umam Pointers Presentasi Penulis: Dr. Saiful Umam 1. Nasionalisme sebagai “imagined community” ala Ben Anderson 2. Indonesia adalah salah satu,...
  • nabana no sato illumination

    Menyambut Musim Semi, Menanti Bunga Bermekaran

    Selamat datang di portal resmi PPI Kyoto-Shiga. Musim dingin di Kyoto memang jarang menyajikan salju tebal, akan tetapi suhu dingin tetap terasa menusuk tulang. Dinginnya musim dingin pun akan...
  • pexels-photo-12233

    Desember: Akhir dan Awal

    Selamat datang di portal resmi PPI Kyoto-Shiga. Pada awal Desember 2016, kepengurusan PPI Kyoto-Shiga periode 2015-2016 resmi berakhir dengan ditandainya pemaparan laporan tanggung jawab dan pemilihan ketua PPI Kyoto-Shiga...