Miburou Hometown: Shinsengumi Historical Site

Catatan jalan-jalan di Kyoto ala 'otaku'

Shinsengumi(新選組), mungkin bagi penggemar anime dan manga (komik) Jepang terdengar familiar, terutama jika anda mengikuti serial manga atau anime Rurouni Kenshin (di Indonesia dikenal dengan Samurai X). Dalam komik ini terdapat kelompok samurai yang dikenal dengan Shinsengumi.

Shinsengumi adalah sekelompok samurai yang bertugas sebagai polisi khusus yang dibentuk oleh Bakufu pada era akhir keshogunan, sekitar tahun 1869 yang bertujuan untuk melindungi shogun (menurut Wikipedia). So, kelompok ini bukanlah fiktif karangan Nobuhiro Watsuki sensei, tapi memang ada secara nyata.

Sebagai salah satu penggemar kisah Shinsengumi, saya pun tidak melewatkan untuk mengunjungi kampung halaman para “serigala Mibu” ini, yang saat ini dipreservasi dalam kawasan Shinsengumi Historical Site.

Kawasan ini berada tidak jauh dari Hankyu Oomiya Station, cukup berjalan 6 menit, anda sudah bisa mencapai Mibudera Temple (壬生寺). Kuil ini merupakan markas Shinsengumi yang pertama sebelum dipindahkan ke Nishihonganji. Di kuil ini, atmosfer Shinsengumi sangat terasa, apalagi para petinggi Shinsengumi juga “dimakamkan” di tempat ini, salah satunya adalah Isami Kondo, ketua Shisengumi.

Walaupun tempat ini merupakan kuil sekaligus makam, tetapi aura “anime otaku” sangat terasa, terlebih ketika melihat deretan ema (papan permohonan) yang berbentuk kostum berwarna khas Shinsengumi, biru muda, dengan tulisan makoto (誠) yang berarti kebenaran. Mungkin pengunjung yang mendatangi tempat ini sebagian besar merupakan penggemar anime atau manga yang terinspirasi dari kisah sejarah Shinsengumi, sehingga selain menuliskan permohononan, pengunjung juga menggambar karakter favorit mereka. Selain Isami Kondo, kebanyakan penggemar menyukai karakter Hijikata Toshizou, wakil ketua Shinsengumi yang terkenal kejam atau Okita Souji yang terkenal bisa membunuh sambil tersenyum polos. Saya sendiri menyukai tokoh-tokoh Shinsengumi dari manga Kaze Hikaru (versi Indonesia-nya berjudul Flash of Wind) karya Watanabe Taeko.

 

Mibudera Temple (Sumber http://goinjapanesque.com/kyoto-shinsengumi/)

Isami Kondo, ketua Shinsengumi(Sumber dokumen pribadi)

Ema berbentuk seragam Shinsengumi (Sumber dokumen pribadi)

Potret Isami Kondo (kiri) dan Hijikata Toshizou (kanan) (Sumber dokumen pribadi)

Makam Serizawa Kamo (Sumber dokumen pribadi)

 

Selanjutnya adalah Yagitei (八木邸) atau Yagi House. Merupakan tempat dididrikannya Shinsengumi, yaitu tempat dimana para petinggi Shinsegumi rapat membentuk kelompok ini.

Sampai saat ini Yagi House masih dilestarikan dan dirawat seperti aslinya. Dengan membayar 1000 yen, pengunjung juga dapat mendengarkan cerita mengenai pembentukan Shinsengumi secara story-telling, dalam bahasa Jepang, yang mana saat itu saya cuma bisa manggut-manggut sambil nyengir kebingungan.

Yagi House (Sumber http://goinjapanesque.com/kyoto-shinsengumi/)

Yagi House (Sumber http://goinjapanesque.com/kyoto-shinsengumi/ dan dokumen pribadi)

Bersama bapak story teller di Yagi House (Sumber dokumen pribadi)

Berjalan-jalan di Shinsengumi Historical Site ini bagi para penggemar anime-manga atau sejarah sangat menyenangkan, karena serasa memasuki dunia yang sebelumnya hanya dibayangkan saja. Bagi saya sendiri, ini adalah pengalaman yang ajaib. Ketika berjalan menyusuri kawasan ini, saya membayangkan kembali apa yang saya baca di manga atau tonton di anime. Sayangnya saya melewatkan parade Shinsengumi yang diadakan setiap 16 Juni (tanggal dapat berubah setiap tahunnya, sebaiknya jika ingin menonton cek dulu jadwalnya di internet).

Shinsengumi Parade (Sumber http://goinjapanesque.com/kyoto-shinsengumi/)

Sebelum pulang, untuk kenang-kenangan, tidak ada salahnya untuk membeli oleh-oleh berupa asesoris bercorak khas Shinsengumi, yang murah meriah adalah membeli dari vending machine di bawah ini, cukup 200 yen, kalau anda beruntung bisa dapat sesuai keinginan, kalau tidak… silakan coba lagi. Ganbatte!

Souvenir vending machine (Sumber dokumen pribadi)

PS.

Jika anda ingin mengunjungi tempat ini, berikut beberapa saran dari saya:

  • Kawasan ini tidak terlalu luas, tapi berada di tengah-tengah permukiman, silakan cek peta terlebih dahulu agar tidak tersesat
  • Jika Anda penggemar berat anime atau sejarah tetapi tidak fasih berbahasa Jepang, ada baiknya mengajak teman/saudara/pacar anda yang fasih berbahasa Jepang sebagai guide dan penerjemah
  • Souvenir bercorak Shinsengumi dapat ditemukan dimana saja di penjuru Kyoto, jadi jika anda merasa harga yang ditawarkan di kawasan ini terlalu mahal, anda bisa mencari di Shinkyogoku atau Teramachi dengan harga yang (mungkin) lebih murah
  • Bedakan samurai dengan katana, samurai itu orangnya, katana itu pedangnya. Dan saya tidak merekomendasikan anda membeli katana sebagai souvenir, kecuali dalam wujud miniature yang tidak membahayakan.

Enjoy being otaku traveler 😀

Categories
Wisata

a pink cat who loves traveling, cooking, cats and kids Doctoral student Urban and Landscape Design Laboratory Kyoto University

RELATED BY