Malam Indonesia 2017

Dalam rangka memelihara hubungan baik antara Jepang dan Indonesia, pengenalan kebudayaan, dan promosi produk-produk Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Malam Indonesia adalah kegiatan pertunjukan dua tahunan yang diprakarsai oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Kyoto dan Shiga pada tahun 2005. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dalam rangka memelihara hubungan baik antara Jepang dan Indonesia, pengenalan kebudayaan, dan promosi produk-produk Indonesia kepada masyarakat Jepang. Animo pengunjung dari tahun ke-tahun semakin meningkat, membuktikan ketertarikan dunia internasional terhadap kebudayaan Indonesia terbilang besar. Target penonton Malam Indonesia 2017 adalah masyarakat Jepang yang berdomisili di daerah Kyoto dan sekitarnya pada khususnya, dan masyarakat internasional pada umumnya. Kegiatan ini menggunakan Bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar Kegiatan Malam Indonesia bertujuan:

  • Mempererat dan menjaga tali persahabatan antara Jepang dan Indonesi melalui petunjukan musik dan tari tradisional.
  • Salah satu bentuk diplomasi dengan pengenalan budaya Indonesia yang beragam.
  • Charity program; dimana kami akan menyumbangkan sebagian dari pemasukan acara kepada Palang Merah Jepang sebagai aktualisasi kepedulian sosial masyarakat Indonesia di Jepang.

Malam Indonesia 2017 menampilkan berbagai pertunjukkan tari dan musik tradisional Indonesia dan dibungkus oleh sebuah drama yang bertemakan Malin Kundang. Pementasan tari dan musik tradisional yang ditampilkan Malam Indonesia tahun ini memberikan sedikit perbedaan konsep dari acara Malam Indonesia tahun-tahun sebelumnya. Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Konjen Republik Indonesia di Osaka, Bapak Wisnu Edi Pratignyo. Lalu acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan pemerintah prefektur Kyoto, perwakilan pemerintah Kota Kyoto, Wakil Presiden Kyoto University, dan sambutan diakhiri dengan pidato dari Ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia Jepang Kyoto (APJIK).

Rangkaian acara dibuka dengan pertunjukkan kolaborasi tim Angklung PPI Kyoto-Shiga dan APJI dengan Ghaida Farisya, mantan anggota JKT 48, sebagai penyanyi. Lagu yang dibawakan adalah Manuk Dadali dan Bunda yang dipopulerkan oleh Melly Goeslaw. Acara dilanjutkan dengan pertunjukkan drama sekaligus tarian tradisional Indonesia. Tari-tarian yang ditampilkan adalah Tari Piring, Tari Alang Babega, Tari Saman, Tari Saur Reka-reka, Tari Golek, Tari Bali, dan Tari Rentak Bulian ditambah dengan Tari Kreasi. Seluruh kursi penonton terisi penuh dengan total 224 penonton. Banyak dari penonton yang hadir hanyut dalam suasana sedih, terutama ketika adegan Malin menolak untuk mengakui keberadaan ibunya. Akan tetapi, Malam Indonesia 2017 sedikit mengubah cerita asli Malin Kundang dengan memberikan happy ending dengan tujuan agar membuat cerita yang lebih menarik dan mudah diterima masyarakat Jepang.

Selain pertunjukkan drama, Malam Indonesia juga mengadakan kegiatan bazar dengan tujuan memperkenalkan makanan dan kerajinan khas Indonesia. Banyak peserta bazar yang melaporkan bahwa produk-produk yang mereka jual mendapatkan respon positif, bahkan habis sebelum acara selesai.

Perhelatan Malam Indonesia 2017 ini juga mendapatkan penghargaan dari Persatuan Pelajar Indonesia Jepang (PPIJ) sebagai ‘Program Kerja Terbilateral’ yakni program yang dianggap telah berkontribusi positif dalam meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang serta memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Akhir kata, kami berharap ajang Malam Indonesia 2017 ini dapat berkontribusi untuk memperkenalkan Indonesia lebih jauh ke Masyarakat Jepang dan Komunitas Internasional di Jepang.

Categories
AgendaBerita
ppikyoto

Administrator website PPI Kyoto Shiga

RELATED BY

  • MINI CUP PPI Kyoto-Shiga 2017

    Acara Mini CUP PPI Kyoto-Shiga 2017 merupakan perhelatan olahraga warga Indonesia se-prefecture Kyoto dan Shiga, bertempat di Miyakosshi Kaikan Sakyotobuikiiki Shimin Katsudo Center, Kyoto-shi pada Hari Minggu, 6 Agustus...
  • Malam Indonesia 2017

      Malam Indonesia merupakan sebuah ajang perkenalan dan pertukaran budaya Indonesia kepada warga Kyoto, Jepang. Pada tahun 2017 ini, pelajar Kyoto-Shiga Malam Indonesia akan menampilkan tarian-tarian dari berbagai daerah...
  • ISLAM DAN NASIONALISME DALAM SEJARAH INDONESIA DAN TANTANGANNYA DI MASA DEPAN

    Kajian Ilmiah PPI Kyoto-Shiga, 12 Maret 2017 Dr. Saiful Umam Pointers Presentasi Penulis: Dr. Saiful Umam 1. Nasionalisme sebagai “imagined community” ala Ben Anderson 2. Indonesia adalah salah satu,...
  • Menyambut Musim Semi, Menanti Bunga Bermekaran

    Selamat datang di portal resmi PPI Kyoto-Shiga. Musim dingin di Kyoto memang jarang menyajikan salju tebal, akan tetapi suhu dingin tetap terasa menusuk tulang. Dinginnya musim dingin pun akan...