L’Oréal-UNESCO for Woman in Science 2016

Saya dengan senang hati menyebarkan program L’Oréal-UNESCO FWIS 2016 bukan karena diminta pihak L’Oréal, tapi saya ingin teman-teman perempuan peneliti merasakan apa yang sudah pernah saya rasakan.
logoloreal

Ketimpangan jender dalam bidang sains memang masih menjadi masalah di seluruh penjuru dunia. Jerman dan Amerika yang merupakan leader dalam bidang penelitian internasional juga masih dalam posisi menguatkan posisi perempuan peneliti. Bukan hanya dalam segi kualitas tapi juga kuantitas karena persentase perempuan peneliti di dunia hanya 30%. Kecenderungan perempuan peneliti kurang muncul dalam dunia penelitian juga disebabkan karena perempuan peneliti kurang berani. Perempuan cenderung tidak mengambil resiko jika ada kemungkinan akan kalah. Sebagai contohnya dalam kesempatan memperebutkan grant penelitan yang ditawarkan untuk semua peneliti, jumlah perempuan peneliti yang ikut bertarung pasti masih sedikit.

L’Oréal_Prize_for_Women_in_Science_Awards_Ceremony

Para pemenang 2010 UNESCO-L’Oréal Prize for Women in Science Awards Ceremony di UNESCO Headquarters, Paris

Tapi jangan khawatir teman-teman perempuan peneliti, program tahunan L’Oréal-UNESCO for Woman in Science (FWIS) National 2016 sudah dibuka lagi. Mungkin belum banyak yang tahu tentang program ini. Program ini sudah ada sejak tahun 2004 dan merupakan program khusus yang ditawaran untuk perempun peneliti. Kurang spesial gimana kita sebagai perempuan peneliti difasilitasi untuk mendapatkan bantuan dana penelitian. Jangan merasa kalah duluan juga kalau belum mencoba. Hilangkan prasangka buruk yang biasanya datang dari diri sendiri ‘ah pasti yang daftar keren-keren aku sih apa….’. Yang penting mencoba dulu, kalau kalah ya belum waktunya aja menang, masih ada kesempatan tahun berikutnya hehehe. Saya aja nyoba tiga kali baru deh merasakan jadi salah satu pemenang. Bukannya putus asa disaat gagal pertama, tapi semakin penasaran di tahun berikutnya. Hilangkan perasaan malu daftar lagi kalau gagal, meskipun bagian penerima proposal sampe hafal muka kita, lanjut aja hehehe.

Berdasarkan pengalaman, menjadi pemenang dari L’Oréal-UNESCO FWIS 2015 berbeda dengan menang perebutan grant-grant penelitian lainnya. Mungkin banyak juga yang pernah mendapatkan bantuan penelitian dari instansi terkait, dari RISTEK, DIKTI, Toray, ataupun pemberi grant lainnya, tapi jadi fellows L’Oréal-UNESCO FWIS dijamin beda rasanya. Menjadi fellows FWIS tidak semata-mata mendapatkan grant, pengalaman dibalik itu juga lebih mahal. Kami diberi kursus singkat public speaking dan pelatihan ehm dandan yang selama ini dirasa jauh sekali dari kehidupan para perempun peneliti. Kami juga diajari mengexplore kepercayaan dan kemampuan pribadi sebagai perempuan yang selama ini tidak disadari. Juga ada keberlanjutan hubungan personal antara pihak L’Oréal dan para fellows untuk ikut kegiatan-kegiatan L’Oréal yang semakin giat mendukung pengembangan Science di Indonesia mulai dari jenjang sekolah.

Ketika mendaftar L’Oréal-UNESCO FWIS 2015 saya sedang bekerja di Pusat Penelitian Kimia LIPI dan ketika proses seleksi saya baru memulai program doktor di Graduate School of Energy Scince Kyoto University intake Oktober 2015. Proposal yang saya ajukan untuk L’Oréal-UNESCO FWIS 2015 merupakan bagian dari penelitian yang saya kerjakan untuk program doktor, jadi sekali merengkuh dayung satu penelitian terpenuhi.

Saya dengan senang hati menyebarkan program L’Oréal-UNESCO FWIS 2016 bukan karena diminta pihak L’Oréal, tapi saya ingin teman-teman perempuan peneliti merasakan apa yang sudah pernah saya rasakan. Saya ingin perempuan peneliti di Indonesia lebih banyak lagi, lebih hebat lagi. Dan saya juga bangga sebagai salah satu fellows L’Oréal-UNESCO FWIS. Jadi, jangan lupa ikutan masukin proposal ya………Go go go!!!!!

-Kiky Cornelisari Sembiring-

Categories
BeritaInformasi

Research Center for Chemistry - LIPI Doctoral Program of Graduate School of Energy Science, Kyoto University

RELATED BY