Wisata: Ohminchi Farmers Market

Berburu Nanohana (tanpa Odelia Pinot)
nanohana-01

 

“Pada hari Selasa, ku turut PPI ke Shiga,

Naik basu (bus) istimewa ku duduk di muka,

Di samping Pak Supir yang mirip tokoh dorama,…”

Adalah Salam Partners Inc., agen tur muslim di Kyoto yang udah baik hati ngundang 20 orang beruntung buat icip-icip masakan halal di tempat salahsatu partner mereka, Ohminchi Farmers Market, Moriyama, Perfektur Shiga. Perjalanan 1 jam ditempuh dari Kyoto menuju TKP.

Adalah http://en.biwako-visitors.jp/ yang bilang kalo Ohminchi Farmers Market itu salah satu destinasi wisata di Perfektur Shiga. Dulunya daerah seluas 32 ha ini gak ada tanda-tanda kehidupan, apalagi potensi usaha. Namun berkat orang-orang yang mau iqra dengan kondisi alam yang termasuk Dataran Omi yang subur ini, maka keberadaan Ohminchi Farmers Market mulai berkembang jadi tempat yang layak dikunjungi traveler. Nggak cuma ada swalayan, tapi juga restoran all you can eat, dan tentunya wisata agrikultural yang edukatif di setiap musimnya. Yang belum ada itu flying fox sama arung jeram (lhaa dikira di Citarik).

Adalah Akihiro Tori-san, Presiden Salam Partners Inc. yang juga punya kerja sama dengan Riz Prima Tour and Travel di Pekanbaru, Riau yang menyambut kami dengan wajah berseri-seri. Tori-san dan tim (termasuk Fumie Kawasaki-san, dan Miki Okamoto-san) mempersilakan kami berkunjung belanja ke swalayan Ohminchi Farmers Market. Swalayan ini layaknya swalayan-swalayan lain di seluruh penjuru Jepang, menjual hasil bumi para petani beserta olahan-olahannya. Bedanya, Ohminchi menjual produk langsung dari petani, tanpa perlu biaya packing dan transportasi produk dari jauh. So, harga untuk petani dan pembeli bisa lebih fair. Selain itu juga, dengan dibukanya swalayan yang menyediakan jaringan para petani ini, lapangan kerja di sekitar Moriyama jadi semakin luas.

Adalah penampakan swalayan Ohminchi yang buka jam 9:00 AM – 6:00 PM sepanjang tahun, parkirnya luas bisa menampung 144 mobil. Di sini saya nemu kubis mini unyu-unyuuu yang nggak belum ada di Kyoto. Jika Anda menemukan wajah-wajah familiar, itu hanya kebetulan mirip belaka.

Adalah penampakan swalayan Ohminchi yang buka jam 9:00 AM – 6:00 PM sepanjang tahun, parkirnya luas bisa menampung 144 mobil. Di sini saya nemu kubis mini unyu-unyuuu yang nggak belum ada di Kyoto. Jika Anda menemukan wajah-wajah familiar, itu hanya kebetulan mirip belaka.

Adalah restoran all you can eat コーナー (Konan) yang kami kunjungi berikutnya. Restorannya cukup cozy, dan punya beberapa menu yang muslim friendly meskipun belum ada labelnya. Harga masuk ke sini untuk dewasa 1.296 yen, anak SD 864 yen, anak usia lebih dari 4 tahun 540 yen, sementara anak di bawah 3 tahun furiiii! Pengen bangeet duduk di situ sambil makan gelato, tapi kan makan siang dan desserts udah disediain sama timnya Tori-san. Mariii!

Adalah interior resto all you can eat コーナー(©Widha Dyah). Jus, gelato, dan makanannya pasti masih sweger-sweger! Lebih asiknya lagi kalo makan di sini itu…. Gratis! Haghaghaghag.

Adalah interior resto all you can eat コーナー(©Widha Dyah). Jus, gelato, dan makanannya pasti masih sweger-sweger! Lebih asiknya lagi kalo makan di sini itu…. Gratis! Haghaghaghag.

Adalah ‘appetizer’ berupa workshop membuat kain bermotif jumputan dengan pewarna dari bunga nanohana yang disuguhkan pada kami sebelum makan siang dimulai. Sabar yaa cacing-cacingkuuh! Dengan bermodal kain belacu, kami bebas berkreasi bikin motif pakai karet gelang, dan cencunya dibimbing oleh beberapa mentor buat diajari teknik-teknik dasarnya.

Adalah teknik-teknik dasar dyeing dengan memakai pewarna dari nanohana. Siapa itu nanohana? Apakah mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nanohana Odelia Pinot?

Adalah teknik-teknik dasar dyeing dengan memakai pewarna dari nanohana. Siapa itu nanohana? Apakah mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nanohana Odelia Pinot?

Adalah, acara yang ditunggu-tunggu setelah workshop dyeing selesai yaitu MAKAN SIANG! Sambil menunggu kain dicelup dan dikeringkan, EHMM, makan siang gratis wisata uji coba kuliner pun dimulai, horeeee!! Dimohon kepada cacing-cacing di perut sayah agar behave sedikit yaa! Silakaaan ambil nomor antrian! Tadaaa!

Adalah 9 dari 18 menu makan siang yang WAJIB dicoba. SIAP LAKSANAKAN! Tebak mana yang paling enak! Saya sih nambah yang #4, 5, 6, dan 8 (sambil celingak celinguk, mengendap-endap di balik panci).

Adalah 9 dari 18 menu makan siang yang WAJIB dicoba. SIAP LAKSANAKAN! Tebak mana yang paling enak! Saya sih nambah yang #4, 5, 6, dan 8 (sambil celingak celinguk, mengendap-endap di balik panci).

Adalah #13, pizza dari beras yang paling saya suka diantara foto-foto ini. Yang lainnya… perasaan saya mengatakan biasa saja, mungkin dia bukan tipe saya. Eh ada juga lhoo yang bikin surprised, sampai ada yang ga mau lanjut makan itu lagi haha! Itulah hidup yah, ga semua yang gratis itu enak pemirsah semuah.

Adalah #13, pizza dari beras yang paling saya suka diantara foto-foto ini. Yang lainnya… perasaan saya mengatakan biasa saja, mungkin dia bukan tipe saya. Eh ada juga lhoo yang bikin surprised, sampai ada yang ga mau lanjut makan itu lagi haha! Itulah hidup yah, ga semua yang gratis itu enak pemirsah semuah.

Adalah agar-agar strawberry dan mochi strawberry (enyaaak smuaaa!) sebagai desserts yang disuguhkan setelah makan main course. Selain itu kami juga dititahkan untuk menilai rasa makanan-makanan tadi. Mau tambah komentar dan saran juga dibolehin kok. Saya bilang aja makanannya kurang pedes, kurang sambel, dan kurang kecap (dendam karena ga nemu warteg di Kyoto).

Adalah lembar penilaian yang wajib diisi dari sudut pandang orang Indonesia (maafkeuun blurred, ponselnya masih teknologi zaman Nabi Musa). Dengan memadukan gaya William Wongso dan Bondan Winarno, setulus hati saya menilai semua masakan yang dicicipi. Semoga di kesempatan berikutnya saya ga diblacklist hihihi….

Adalah lembar penilaian yang wajib diisi dari sudut pandang orang Indonesia (maafkeuun blurred, ponselnya masih teknologi zaman Nabi Musa). Dengan memadukan gaya William Wongso dan Bondan Winarno, setulus hati saya menilai semua masakan yang dicicipi. Semoga di kesempatan berikutnya saya ga diblacklist hihihi….

Adalah hati tenang, dan cacing yang senang setelah makan siang sampai kenyang. Acara berikutnya adalah BERKEBUN! Berkebun di sini artinya berkunjung ke kebun. Apakah akan menyiangi rumput, menyiram, dan memberikan pupuk pada tanaman? Oh tentu tidak! Tanaman-tanaman di ladang Ohminchi Farmers Market tidak dibesarkan oleh pupuk. Mereka tumbuh dengan rendah hati dan suka rela. Hari itu kami bertemu tanaman nanohana 菜の花 atau aburana alias kanola. Bunga kanola yang masih berwarna hijau enak buat lalapan (rasanya hampir mirip kembang kol mentah) atau bisa juga digoreng ala-ala tempura. Kalo males masak, bunga-bunga kanola yang berwarna kuning itcu bisa juga dibikin buket. Hebatnya lagi, teknik ekstraksi biji kanola jadi minyak yang sering saya beli di supermarket untuk bikin gorengan itu ternyata udah diaplikasikan sejak Zaman Edo. Menurut http://blog.alientimes.org biji tumbuhan berbunga kuning ini diyakini bisa menyerap radiasi, dan dipercaya dapat membersihkan tanah-tanah yang kena radioaktif kayak di Perfektur Fukushima.

Di kebun nanohana kami diajari cara motong nanohana yang baik dan benar sama bapak-bapak berjaket pink yang saya lupa namanya. Gomenna.

Di kebun nanohana kami diajari cara motong nanohana yang baik dan benar sama bapak-bapak berjaket pink yang saya lupa namanya. Gomenna.

Adalah lagi-lagi strawberry yang montok dan manis yang disuguhkan kepada kami sekembalinya dari kebun. Asik skaleee! Apalagi hasil karya dyeing sudah kering! Tori-san dan tim kayaknya sedih ya pas acaranya mau udahan (iih mending GR daripada minder kaan?). Tapi yang bikin saya sedih, makanan tadi siang ga boleh dibungkus yah? (kebiasaan bungkus-bungkus di acara PPI haghaghaghag).

Hasil karya dari produk nanohana, kawaii dyed fabrics & cute bouquets (©Kawasaki-san).

Hasil karya dari produk nanohana, kawaii dyed fabrics & cute bouquets (©Kawasaki-san).

Adalah untuk menjaga kesopanan kepada tuan rumah, jika sebelum pulang kami HARUS berfoto bersama, dan menerima bingkisan (masa rejeki ditolak?) yang berisi….rahasia! (maksudnya, saya ga tau namanya hehehe). Terima kasih kepada tim Salam Partners Inc., Ohminchi Farmers Market, APIJ, dan tentu saja PPI-KS telah mengundang kami dan menghargai pilihan para muslim. Semoga usahanya selalu membawa berkah yah. Aamiin ya rabbal alamiin.

 

Mari baca Doa Sebelum Tidur dulu sebelum kita naik bis. Sampai jumpa lagi di makan-makan gratis berikutnyiaaaa! (©Tori-san).

Mari baca Doa Sebelum Tidur dulu sebelum kita naik bis. Sampai jumpa lagi di makan-makan gratis berikutnyiaaaa! (©Tori-san).

Categories
Wisata
riozz

A meteorologist who converts her allegiance to hydrology geothermal. She always finds gratifying disposition in friendship and exploration. She hearts trance and jazz, as well as Wayang Golek performances. Did I mention that she has binge eating disorder? Yes, she does, because she CAN NOT resist Indonesian food!

RELATED BY